04
Oct
10

Obat Diabetes: Rosiglitazon, Ditarik dari Peredaran

Rosiglitazon merupakan antidiabetes oral golongan tiazolindindion. Golongan obat ini bekerja dengan meningkatkan sensitivitas insulin pada otot dan jaringan adiposa dan menghambat glukoneogenesis hepatik. Rosiglitazon  merupakan obat yang biasa digunakan untuk terapi diabetes melitus tipe 2. Rosiglitazon dapat digunakan sendiri atau dikombinasi dengan obat diabetes tipe yang lain, seperti metformin, insulin, sulfonilurea.

Rosiglitazon  di produksi oleh perusahaan farmasi Glaxo Smith Kline (GSK) dengan nama dagang Avandia ini disetujui FDA pada tahun1999 dan menjadi obat pencegah diabetes paling laris di dunia. Namun, penggunaan obat itu berkurang drastis  pada tahun 2007 setelah dikaitkan dengan peningkatan risiko serangan jantung dan stroke, yaitu diawali ketika New England Journal of Medicine memuat hasil penelitian Dr. Steven E. Nissen dari Cleveland Clinic, AS – yang menyimpulkan pengguna Avandia sangat rentan terhadap serangan jantung.

Continue reading ‘Obat Diabetes: Rosiglitazon, Ditarik dari Peredaran’

12
Jul
10

Spektrofotometri Infra Merah (Infra Red)

Radiasi inframerah menyebabkan terjadinya vibrasi dan/atau rotasi dalam molekul yang dikenai sinar inframerah (deteksi gugus fungsi, yang bervibrasi pada frekuensi spesifik, misal: C=O, NH2, OH dan lain-lain.). Daerah radiasi elektromagnetik inframerah yang lazim digunakan dalam analisis senyawa organik meliputi bilangan gelombang 4000-625cm-1 atau panjang gelombang 2,5-16 m. Daerah radiasi inframerah tengah dibagi dalam daerah frekuensi gugus fungsi (2,5-7,69 µm) dan daerah frekuensi sidik jari (7,69- 15, 38 µm).

Untuk pengukuran spektrum inframerah dibutuhkan senyawa sekitar 1 sampai 20 mg. Senyawa untuk pengukuran disiapkan sebagai berikut :

  1. Cairan sebagai film: beberapa tetes cairan diletakkan di atas lempeng natrium klorida yang diasah dan ditutup dengan lempeng natrium klorida kedua. Dengan menekan akan didapat suatu film tipis diantara kedua lempeng yang kemudian diletakkan dalam cahaya ukur.
  2. Senyawa cair atau senyawa padat sebagai larutan: dibuat larutan senyawa 2 – 20% dan diukur dalam kuvet berdinding terbuat dari natrium klorida untuk cairan. Karena koefisien ekstingsi yang rendah dalam daerah inframerah (e~10) maka larutan harus dibuat jauh lebih pekat dari yang digunakan untuk pengukuran dalam daerah UV.
  3. Senyawa padat sebagi kempaan: pada prosedur yang sering digunakan ini, senyawa padat sejumlah 1-2 mg dengan hati-hati dicampur dengan sejumlah 300-400 mg KBr dan dicetak kempa dalam pencetak khusus dengan tekanan sekitar 104 kp. KBr akan tersinterisasi pada kondisi ini dan akan memberikan tablet jernih yang tembus cahaya. KBr seperti juga NaCl dalam keseluruhan daerah ukur melewatkan cahaya secara sempurna.
  4. Senyawa padat sebagai suspensi: kira-kira 2 mg senyawa digerus halus di dalam cairan tertentu seperti parafin cair. Akan didapat suatu suspensi yang dapat diukur diantara dua lempeng NaCl. Parafin cair ini sangat sesuai, karena tidak mudah menguap dan sebagai hidrat arang alifatik hanya menunjukkan spektrum absorbsi lemah dalam daerah inframerah.

Continue reading ‘Spektrofotometri Infra Merah (Infra Red)’

10
Jul
10

Kasturi (Mangifera casturi)

Tumbuhan kasturi merupakan tumbuhan khas Kalimantan Selatan, dan merupakan flora identitas provinsi. Selain dikenal dengan nama kasturi, nama lainnya adalah mangga Kalimantan. Tumbuhan ini tersebar di Kalimantan Selatan seperti Martapura, Kandangan, dan Tanjung. Selain itu tersebar juga di daerah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur seperti Kutai dan Tenggarong Sebrang. Kasturi termasuk ke dalam genus Mangifera (mangga-manggaan) dengan klasifikasi sebagai berikut:

Kingdom    :  Plantae

Divisio        :  Spermatophyta

Subdivisio   :  Angiospermae

Classis        :  Dicotyledoneae

Subclassis   :  Dialypetalae

Ordo          :  Sapindales

Familia       :  Anacardiaceae

Genus         :  Mangifera

Species      :  Mangifera casturi Kosterm.

Continue reading ‘Kasturi (Mangifera casturi)’

10
Jul
10

Sediaan Injeksi

Injeksi adalah sediaan steril berupa larutan, emulsi, atau suspensi atau serbuk yang harus dilarutkan atau disuspensikan lebih dahulu sebelum digunakan, yang disuntikkan dengan cara merobek jaringan ke dalam kulit atau melalui kulit atau selaput lendir. Injeksi volume kecil adalah injeksi yang dikemas dalam wadah bertanda 100 mL atau kurang.

Sediaan steril untuk kegunaan parenteral digolongkan menjadi 5 jenis yang berbeda yaitu:

  1. Obat atau larutan atau emulsi yang digunakan untuk injeksi, ditandai dengan nama Injeksi …..
  2. Sediaan padat, kering, atau cairan pekat tidak mengandung dapar, pengencer, atau bahan tambahan lain dan larutan yang diperoleh setelah penambahan pelarut yang sesuai memenuhi persyaratan injeksi, dan dapat dibedakan dari nama bentuknya disebut …. steril.
  3. Sediaan seperti tertera pada 2, tetapi mengandung satu atau lebih dapar, pengencer atau bahan tambahan lain dan dapat dibedakan dari nama bentuknya, disebut …. untuk injeksi.
  4. Sediaan berupa suspensi serbuk dalam medium cair yang sesuai dan tidak disuntikkan secara iv atau ke dalam saluran spinal, dan dapat dibedakan dari nama bentuknya, disebut Suspensi …. Steril.
  5. Sediaan padat kering dengan bahan pembawa yang sesuai membentuk larutan yang memenuhi semua persyaratan untuk suspensi steril setelah penambahan bahan pembawa yang sesuai, dibedakan dengan nama … steril untuk suspensi.

Continue reading ‘Sediaan Injeksi’

06
Jul
10

Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) / Atomic Absorbtion Spektrofotometry (AAS)

Teknik AAS digunakan untuk menetapkan kadar ion logam tertentu dengan cara mengukur intensitas serapan cahaya pada panjang gelombang tertentu oleh uap atom unsur yang berasal dari cuplikan. Atom-atom logam bentuk gas dalam keadaan dasar (tidak tereksitasi) mampu menyerap energi cahaya yang panjang gelombang resonansinya khas, umumnya adalah panjang gelombang radiasi yang akan dipancarkan oleh atom-atom itu bila tereksitasi dari keadaan dasar. Apabila cahaya dengan panjang gelombang resonansi itu dilewatkan pada nyala yang mengandung atom-atom yang bersangkutan, maka sebagian cahaya tersebut akan diserap dan intensitas penyerapan akan berbanding lurus dengan banyaknya atom keadaan dasar yang berada dalam nyala. Cuplikan yang disuntikan ke dalam alat AAS selanjutnya akan diubah menjadi kabut yang mengandung atom-atom logam yang akan ditentukan. Atom-atom ini selanjutnya disemprotkan ke dalam nyala dan dilewati cahaya dengan panjang gelombang tertentu. Intensitas cahaya yang diserap dapat terukur oleh detektor, dan akan berbanding lurus dengan konsentrasi atom logam yang akan diukur.

Continue reading ‘Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) / Atomic Absorbtion Spektrofotometry (AAS)’

02
Jul
10

Spektrofotometri UV-Vis

Spektrofotometri serapan (meliputi spektro UV-VIS, IR, dan serapan atom) merupakan pengukuran suatu interaksi antara radiasi elektromagnetik dengan molekul atau atom dari suatu zat kimia. Molekul selalu mengabsorbsi radiasi elektromagnetik jika frekuensi radiasi ini sama dengan frekuensi getaran molekul tersebut. Elektron yang terikat maupun tidak terikat akan tereksitasi pada suatu daerah frekuensi, yang sesuai dengan radiasi UV/VIS.

Bagian molekul yang mengabsorbsi dalam daerah UV-VIS dinyatakan sebagai kromofor. Suatu molekul dapat mempunyai beberapa kromofor. Untuk berbagai bahan farmasi, pengukuran spektrum dalam daerah UV dan visible dapat dilakukan dengan ketelitian dan kepekaan yang lebih baik daripada dalam daerah IR-dekat dan IR. Panjang gelombang daerah spektrum UV adalah 190-380 nm, sedangkan spektrum visible adalah 380-780 nm. Spektrofotometer yang sesuai untuk pengukuran di daerah spektrum UV-VIS terdiri dari suatu sistem optik dengan kemampuan menghasilkan cahaya monokromatik dalam jangkauan 200-800 nm dan suatu alat yang sesuai untuk menetapkan serapan.

Spektrum UV-VIS dari suatu zat umumnya tidak mempunyai derajat spesifikasi yang tinggi. Walaupun demikian, spektrum tersebut sesuai untuk pemeriksaan kuantitatif dan untuk berbagai zat spektrum tersebut bermanfaat sebagai tambahan pada identifikasi. Penggunaan kualitatif sangat terbatas karena rentang daerah radiasi yang relatif sempit (500 nm) hanya dapat mengakomodasi sedikit sekali puncak absorpsi maksimum dan minimum, karena itu identifikasi senyawa yang tidak diketahui tidak memungkinkan.

Continue reading ‘Spektrofotometri UV-Vis’

19
Jun
10

Apakah Aspartam Aman…???

Beberapa waktu yang lalu seorang teman saya ada yang menerima SMS mengenai bahaya mengkonsumsi makanan/minuman yang mengandung Aspartam. Kurang lebih SMS-nya seperti ini:

“Informasi dari Ikatan Dokter Indonesia: saat ini ada wabah pengerasan otak atau sum-sum tulang belakang. Jangan minum produk: Extra Joss, M-150, Kopi Susu Gelas, Kiranti, Kratingdaeng, Hemaviton, Neo Hormoviton, Marimas, Frutillo, Segar Sari, Pop Ice, Segar Dingin Vit C, Okki Jelly Drink, Inaco, Gatorade, Nabati, Adem Sari, Naturade Gold, Aqua Splash Fruit, karena mengandung Aspartam (lebih keras dari biang gula), racun yang menyebabkan diabetes, kanker otak, dan bisa mematikan sum-sum tulang belakang. Diteruskan kepada orang yang kita sayangi.”

Karena penasaran, saya pun mencoba mencari tahu tentang kebenarannya. Berdasarkan Press Release dari Badan POM RI No KH.00.01.0800 (12 Februari 2010) tentang Bantahan Atas Berita Terkait dengan Keamanan Aspartam, dinyatakan bahwa:

  1. IDI tidak pernah mengeluarkan pernyataan tersebut.
  2. Aspartam dikategorikan aman berdasarkan keputusan Codex Stan 192-1995 Rev IO th 2009.
  3. Dalam keputusan Codex disebutkan bahwa Aspartam dapat digunakan untuk berbagai jenis makanan dan minuman, antara lain minuman berbasis susu, permen, dan makanan ringan.
  4. Penggunaan Aspartam dalam makanan dan minuman sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dapat digunakan dengan batas masksimum penggunaannya masing-masing.

Continue reading ‘Apakah Aspartam Aman…???’