16
Apr
10

Diabetes Mellitus

Diabetes mellitus (DM) adalah gangguan metabolisme yang ditandai dengan hiperglikemia yang berhubungan dengan abnormalitas metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein, yang disebabkan oleh penurunan sekresi insulin atau penurunan sensitivitas insulin, atau keduanya dan dapat menyebabkan komplikasi kronis mikrovaskular, makrovaskular, dan neuropati.

TANDA DAN GEJALA

  1. Poliuria (sering kencing), Polidipsia (sering haus), Polifagia (sering lapar)
  2. Berat badan turun dengan penyebab tidak jelas
  3. Glikosuria (ada glukosa dalam urin), ketouria (ada badan keton dalam urin)
  4. Mudah terkena infeksi dan sulit sembuh
  5. Lemas, mengantuk
  6. Kesemutan, gatal, mata kabur
  7. Disfungsi ereksi, pruritus vagina
  8. Peningkatan kadar gula darah dan HbA1c
  • Glukosa darah puasa  : ≥ 126 mg/dL (normalnya < 100 mg/dL)
  • Glukosa darah sewaktu : ≥ 200 mg/dL (normalnya < 100 mg/dL)
  • Glukosa darah 2 jam postprandial : ≥ 200 mg/dL (normalnya < 140 mg/dL)
  • HbA1c : > 8 % (Normalnya 4-6 %)

ETIOLOGI

Berdasarkan etiologi, DM dapat dibedakan menjadi 3 kelompok, yaitu:

  1. DM Tipe 1 yang disebut jugga Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM), disebabkan karena kerusakan sel β pankreas akibat autoimun. Terjadi pada 10% dari semua kasus DM, umumnya berkembang pada anak-anak atau pada awal masa dewasa. Bersifat genetis.
  2. DM Tipe 2 yang disebut juga Non Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM), yang disebabkan karena resistensi insulin dan defisiensi insulin relatif. DM tipe 2 lebih disebabkan karena gaya hidup pasien (kelebihan kalori, kurang olahraga, obesitas).
  3. Diabetes yang disebabkan oleh faktor lain, termasuk gangguan endokrin (Sindrom Cushing, akromegali), DM gestational (pada wanita hamil), pankreatitis, dan karena obat (glukokortikoid, pentamidin, niasin, dan α-interferon).

FAKTOR RESIKO

  1. Usia > 45 tahun
  2. Usia lebih muda, dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) > 23 kg/m2
  3. Kurang aktif
  4. Ada riwayat orang tua terkena DM
  5. Pernah melahirkan dengan BB bayi > 4 kg
  6. Hipertensi ( ≥ 140/90 mmHg)
  7. Hiperkolesterol, HDL ≤ 35 mg/dL, TG ≥ 250 mg/dL
  8. Ada riwayat penyakit kardiovaskular

TUJUAN TERAPI

  1. Memelihara kadar gula darah normal atau mendekati normal.
  2. Memelihara pertumbuhan normal anak.
  3. Mengatur makanan dengan aktivitas fisik dan obat.
  4. Mencegah simptom hiperglisemia seperti poliuria, penglihatan kabur, hilang bobot badan, infeksi ulang, ketoasidosis, koma hiperosmolar.
  5. Mencegah simptom hipoglisemia termasuk perubahan mood, gangguan mental, dan koma.
  6. Mencegah komplikasi
  7. Mengobati gangguan fisiologi lain.

TERAPI NON FARMAKOLOGI

  1. Berolahraga secara teratur.
  2. Melakukan diet rendah karbohidrat, kurangi asupan gula, banyak makan buah dan sayur yang berserat tinggi, pilih buah yang memiliki indeks glikemik rendah (misalnya apel).
  3. Menurunkan berat badan bila berlebih.
  4. Mengurangi/menghentikan konsumsi alkohol.
  5. Menjaga kebersihan tubuh, terutama mulut dan gigi, di sela-sela jari tangan dan kaki untuk mencegah terjadinya infeksi.

TERAPI FARMAKOLOGI

1. Insulin

Menurunkan kadar gula darah dengan cara menstimulasi pengambilan glukosa perifer dan menghambat produksi glukosa hepatik. Berdasarkan mula dan lama kerjanya, insulin dapat dibagi menjadi beberapa tipe:

  1. Ultra Short Acting : Onsetnya 0 – 0,25 jam, konsentrasi puncak dicapai dalam 1-2 jam, dan durasi kerja 2-4 jam.
  2. Short Acting: Onsetnya 0,5-1 jam, konsentrasi puncak dicapai dalam 2-4 jam, dan durasi kerja 6-8 jam.
  3. Intermediate: Onsetnya 1-4 jam, konsentrasi puncak dicapai dalam 6-10 jam, dan durasi kerja 16-24 jam.
  4. Long Acting: Onsetnya 4-6 jam, konsentrasi puncak dicapai dalam 18 jam, dan durasi kerja 24-36 jam.

Pada saat ini telah tersedia sediaan insulin campuran sehingga dapat diperoleh onset yang lebih cepat dan durasi kerja yang lebih lama.

Dosis insulin yang diberikan bersifat individual, tergantung status gula darah pasien. Secara umum dosis insulin untuk pemberian subkutan yaitu:

  1. Glukosa darah < 140 mg/dL : belum memerlukan insulin
  2. Glukosa darah 140-200 mg/dL : 2 IU
  3. Glukosa darah 201-300 mg/dL : 5 IU
  4. Glukosa darah 301-400 mg/dL : 10 IU
  5. Glukosa darah > 400 mg/dL : 12 mg/dL

2. Antidiabetika Oral

Obat antidiabetika oral diindikasikan untuk penderita DM Tipe 2, dan dikontraindikasikan pada wanita hamil karena bersifat teratogenik terhadap janin.

a.  Sulfonilurea

Mekanisme kerja : menstimulasi sekresi insulin dari sel β pankreas, sehingga hanya efektif jika sel β pankreas masih bisa berproduksi.

Generasi 1 :Asetoheksamid, Tolbutamid, Klorpropamid, Tolazamid

Generasi 2 :Glimepirid, Glipizid, Glibenklamid

b.  Biguanida : Metformin

Mekanisme kerja : menghambat produksi glukosa hepatik (glukoneogenesis) dan meningkatkan sensitivitas reseptor insulin perifer.

c.  Tiazolindindion : Pioglitazon, Rosiglitazon

Mekanisme kerja: meningkatkan sensitivitas insulin pada otot dan jaringan adiposa dan menghambat glukoneogenesis hepatik.

d.   α-glukosidase : Akarbosa, Miglitol, Voglibose

Mekanisme kerja: menghambat secara kompetitif α-glukosida hidralase sehingga mencegah penguraian sukrosa dan karbohidrat kompleks dalam usus dengan demikian memperlambat penyerapan karbohidrat.

e.  GLP-1 agonis : Exenatide

Mekanisme kerja: menghambat pelepasan glukagon, menginduksi pelepasan insulin, menunda pengosongan lambung, dan menekan nafsu makan.

f.  DPP4 Inhibitor : Sitagliptin

Mekanisme kerja: menghambat Dipeptil peptidase IV, yang memperlambat aktivasi GLP1.

g.  Meglitinid : Repaglinid, nateglinid

Mekanisme kerja: sama seperti sulfonilurea.

ALGORITMA TERAPI

Untuk DM Tipe 1 dan Gestational DM : terapi dengan insulin

Untuk DM Tipe 2: Target: HbA1c  ≤ 6,5 – 7,0 %; glukosa darah puasa  < 110 – 130 mg/dL; glukosa darah 2 jam PP < 140 – 180 mg/dL

KOMPLIKASI

1.  Mikroangiopathy

  • Pada Mata : retinopathy, maculopathy
  • Pada Ginjal : nepropathy
  • Pada Syaraf : neuropathy

2.  Macroangiopathy

  • Pada jantung : penyakit jantung koroner
  • Pada pembuluh : penyakit serebrovaskular

3.  Lainnya

  • Kulit : pengelupasan kulit
  • Lensa mata : katarak

SUMBER

Pharmacoterapy Dipiro 6th Edition

ISO Farmakoterapi 2008


0 Responses to “Diabetes Mellitus”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: