19
Apr
10

Inhaler

Inhaler adalah suatu alat untuk penggunaan obat secara inhalasi. Inhalasi menurut Farmakope Indonesia Edisi IV (FI IV) adalah sediaan obat atau larutan atau suspensi terdiri atas satu atau lebih bahan obat yang diberikan melalui saluran napas hidung atau mulut untuk memperoleh efek lokal atau sistemik. Umumnya inhaler ditujukan untuk penggunaan obat asma atau Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD), karena dengan cara ini obat dapat langsung masuk ke paru-paru sehingga dapat bekerja lebih cepat untuk mengatasi serangan asma dan efek sampingnya lebih minimal.

Berdasarkan bentuk obat yang dibawanya, inhaler dibedakan menjadi 3 macam, yaitu aerosol inhaler, dry powder inhaler, dan nebuliser.


Aerosol Inhaler

Zat aktifnya dalam bentuk aerosol yang tersuspensi dalam propelan, yaitu suatu gas inert bertekanan yang berfungsi sebagai pendorong. Pada saat alat ditekan, maka propelan akan mendorong beberapa dosis obat dalam satu hembusan, bersamaan dengan itu pengguna harus menarik napas dalam agar obat terbawa masuk ke dalam saluran pernapasan. Jenis alat untuk aerosol inhaler ada beberapa macam, yaitu:

a. MDI (Metered dose inhaler)

Standard MDI’s : ketika alat ditekan, propelan akan mendorong beberapa dosis obat, dan secara bersamaan dengan itu pengguna harus menarik napas dalam agar obat terbawa masuk ke dalam saluran pernapasan. Butuh koordinasi yang baik antara menekan alat dan menarik napas.

Breathe activated MDI’s : alat dimasukkan ke dalam mulut, dan dosis obat akan lepas bersamaan dengan saat bernapas, sehingga tidak perlu ada kordinasi.

Cara penggunaannya yaitu:

  1. Kocok tabung inhaler  (3-4 kali).
  2. Buka tutupnya.
  3. Bernapaslah di luar alat.
  4. Masukkan alat ke dalam mulut, dan kunci diantara gigi, tutup mulut rapat-rapat.
  5. Mulailah bernapas dengan perlahan, tekan bagian atas alat dan tetap bernapas perlahan sampai satu tarikan penuh.
  6. Keluarkan alat dari mulut, tahan napas selama 10 detik sebelum membuang napas.
  7. Jika butuh lebih dari satu puff, tunggu dulu selama kurang lebih 1 menit, kemudian kocok lagi tabung inhaler dan ulangi langkah 3-6.
  8. Setelah selesai, cuci muka dan berkumur dengan air jika menggunakan inhaler yang mengandung kortikosteroid.

b. Spacer

Ada ruangan antara mulut dan inhaler, dan pada bagian mulut ada katup, saat menarik napas, katup terbuka dan dosis obat akan masuk, katup tertutup secara otomatis saat menghembuskan napas. Lebih mudah, dan tidak perlu koordinasi, biasanya digunakan untuk anak-anak atau bayi.

Cara penggunaannya yaitu:

  1. Buka tutupnya, kemudian kocok tabung inhaler  (3-4 kali).
  2. Pasang tabung pada spacer, di bagian yang berlawanan dengan masker.
  3. Pasang masker menutupi mulut dan hidung, pastikan tertutup dengan baik.
  4. Semprotkan 1 puff obat ke dalam spacer, biarkan sampai 6 tarikan napas
  5. Tunggu selama satu menit.
  6. Ulangi lagi langkah 4-5 jika dibutuhkan lebih dari 1 puff.
  7. Setelah selesai, cuci muka dan berkumur dengan air jika menggunakan inhaler yang mengandung kortikosteroid.

Dry Powder Inhaler

Zat aktifnya dalam bentuk serbuk kering yang akan tertarik masuk ke paru-paru saat menarik napas. Pada inhaler jenis ini tidak terdapat propelan untuk mendorong obat masuk ke dalam saluran napas. Biasanya dosisnya lebih kecil, dan ada indikator untuk menunjukkan berapa dosis yang tersisa. Alatnya ada beberapa macam yaitu Turbohaler, Diskhaler, dan Accuhaler, tergantung dari industri farmasi yang memproduksinya.

Untuk turbohaler, penggunaannya adalah sebagai berikut:

  1. Buka tutupnya, pegang turbohaler dalam posisi berdiri.
  2. Putar sejauh mungkin bagian pegangan yang berwarna, kemudian putar balik sampai terdengar bunyi klik.
  3. Bernapaslah di luar alat.
  4. Masukkan alat ke dalam mulut, dan kunci diantara gigi, tutup mulut rapat-rapat. Tarik napas dengan kuat dan dalam lewat mulut.
  5. Keluarkan alat dari mulut sebelum membuang napas.
  6. Selalu cek strip indikatornya, untuk mengetahui berapa dosis yang tersisa.
  7. Setelah selesai, cuci muka dan berkumur dengan air jika menggunakan inhaler yang mengandung kortikosteroid.

Nebuliser

Zat aktifnya dalam bentuk uap, pada penggunaannya perlu menggunakan masker atau mouthpiece untuk menghirup uap obat. Tidak dibutuhkan koordinasi pada penggunaan inhaler jenis ini, hanya perlu bernapas seperti biasa dan uap akan terhirup bersama tarikan napas. Nebuliser biasanya digunakan di rumah sakit untuk penanganan serangan asma yang membutuhkan inhalasi dosis besar, tetapi sekarang sudah jarang digunakan karena inhalasi dosis besar dapat dilakukan dengan spacer.


0 Responses to “Inhaler”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: