02
Jul
10

Spektrofotometri UV-Vis

Spektrofotometri serapan (meliputi spektro UV-VIS, IR, dan serapan atom) merupakan pengukuran suatu interaksi antara radiasi elektromagnetik dengan molekul atau atom dari suatu zat kimia. Molekul selalu mengabsorbsi radiasi elektromagnetik jika frekuensi radiasi ini sama dengan frekuensi getaran molekul tersebut. Elektron yang terikat maupun tidak terikat akan tereksitasi pada suatu daerah frekuensi, yang sesuai dengan radiasi UV/VIS.

Bagian molekul yang mengabsorbsi dalam daerah UV-VIS dinyatakan sebagai kromofor. Suatu molekul dapat mempunyai beberapa kromofor. Untuk berbagai bahan farmasi, pengukuran spektrum dalam daerah UV dan visible dapat dilakukan dengan ketelitian dan kepekaan yang lebih baik daripada dalam daerah IR-dekat dan IR. Panjang gelombang daerah spektrum UV adalah 190-380 nm, sedangkan spektrum visible adalah 380-780 nm. Spektrofotometer yang sesuai untuk pengukuran di daerah spektrum UV-VIS terdiri dari suatu sistem optik dengan kemampuan menghasilkan cahaya monokromatik dalam jangkauan 200-800 nm dan suatu alat yang sesuai untuk menetapkan serapan.

Spektrum UV-VIS dari suatu zat umumnya tidak mempunyai derajat spesifikasi yang tinggi. Walaupun demikian, spektrum tersebut sesuai untuk pemeriksaan kuantitatif dan untuk berbagai zat spektrum tersebut bermanfaat sebagai tambahan pada identifikasi. Penggunaan kualitatif sangat terbatas karena rentang daerah radiasi yang relatif sempit (500 nm) hanya dapat mengakomodasi sedikit sekali puncak absorpsi maksimum dan minimum, karena itu identifikasi senyawa yang tidak diketahui tidak memungkinkan.

Alasan Pemilihan Metode

Suatu senyawa dapat dianalisis dengan spektrofotometer UV-Vis jika mempunyai kromofor pada strukturnya, seperti:

  1. Ikatan rangkap terkonjugasi: Dua ikatan rangkap terkonjugasi memberikan suatu kromofor, seperti dalam butadien akan mengabsorbsi pada 217nm. Panjang gelombang serapan maksimum (lmax) dan koefisien ekstingsi molar (e) akan bertambah dengan bertambahnya jumlah ikatan rangkap terkonjugasi.
  2. Senyawa aromatik: cincin aromatik mengabsorbsi dalam daerah radiasi UV. Misal : benzen menunjukkan serapan pada panjang gelombang sekitar 255nm, begitu juga asam asetil salisilat.
  3. Gugus karbonil: pada gugus karbonil aldehida dan keton dapat dieksitasi baik dengan peralihan n®p* atau p®p*.
  4. Auksokrom: gugus auksokrom mempunyai pasangan elektron bebas, yang disebabkan oleh terjadinya mesomeri kromofor. Yang termasuk dalam gugus auksokrom ini adalah substituen seperti –OH, -NH2, -NHR, dan –NR2. Gugus ini akan memperlebar sistem kromofor dan menggeser absorbsi maksimum (lmax) ke arah l yang lebih panjang
  5. Gugus aromatik: adalah yang mempunyai transisi elektron n®pseperti nitrat (313 nm), karbonat (217 nm), nitrit (360 dan 280 nm), azida (230 nm) dan tritiokarbonat (500 nm).

Prinsip Kerja

Radiasi polikromatis dipancarkan dari sumber radiasi melewati monokromator sehingga diperoleh radiasi monokromatis. Radiasi monokromatis diteruskan ke kuvet yang berisi larutan/pelarut yang akan dianalisis. Radiasi tersebut akan dipantulkan, diabsorbsi dan ditransmisikan.

Jika Io adalah intensitas radiasi yang dipancarkan; dan I adalah intensitas radiasi setelah melewati larutan; maka Io-I adalah intensitas radiasi yang diabsorbsi oleh larutan. Nilai Absorban (A) adalah sebagai berikut:

A = log Io/I,  menurut hukum Lambert-Beer : A = a b C

Dimana:

A = absorban;   a = absorptivitas;  b = lebar medium (cm); C = konsentrasi senyawa yang menyerap radiasi.

Jika C = Molar, maka A = e  = absorptivitas molar (L mol-1cm-1)

Jika C = g/L, maka A = a = absorptivitas (L g-1cm-1)

Jika C = % (b/v, g/100mL), maka A = A1% 1cm = absorptivitas jenis

Kegunaan

Identifikasi (Kualitatif), yaitu dengan membandingkan hasil pengukuran pada sampel dengan pustaka atau  pembanding. Yang dibandingkan adalah:

  1. Panjang gelombang serapan maksimum (lmax);
  2. Nilai a (absorptivitas);
  3. Nilai e (absortivitas molar)
  4. A1% 1cm (absorptivitas jenis): khas untuk senyawa yang dilarutkan dalam suatu pelarut pada pH tertentu;
  5. Nilai A pada C tertentu
  6. Rasio A pada berbagai panjang gelombang

Uji kemurnian, dengan membandingkan hasil pengukuran pada sampel dengan persyaratan yang ada pada kompendia. Yang dibandingkan adalah: nilai A maksimum dan lmax, rasio A pada dua lmax yang berbeda.

Penetapan Kadar (Kuantitatif), dapat digunakan untuk senyawa tunggal maupun campuran. Dalam melakukan pengukuran serapan suatu larutan pada l tertentu sebaiknya digunakan pelarut yang sesuai, yaitu yangdapat melarutkan zat yang akan dianalisis, dapat diperoleh dalam bentuk murni, dan hanya sedikit atau tidak memberikan serapan pada daerah pengukuran. Pelarut yang biasa digunakan dengan panjang gelombang transparan terendahnya adalah air (190 nm), etanol (210 nm), n –heksan (195 nm), sikloheksan (210 nm), benzen (280 nm), dietileter (210 nm), aseton (330 nm), dan 1,4-dioksan (220 nm).(Satiadarma, 89). Letak Amax tergantung pada pelarut dan akan bergeser ke arah l yang lebih panjang dengan bertambahnya polaritas pelarut. Konsentrasi kerja larutan analit umumnya 10- 20 ug/ml, tetapi untuk senyawa yang nilai absorptovitas nya besar dapat diukur pada konsentrasi yang lebih rendah.

Metode Penetapan Kadar

  1. Metode kurva kalibrasi: yaitu dengan cara mengukur Absorban (A) sampel pada beberapa konsentrasi (C), kemudian dibuat kurva kalibrasi konsentrasi (C) terhadap absorban (A). Jika absorptivitas (a) suatu senyawa pada lmax telah diketahui dari perhitungan atau literatur, maka kadar larutan senyawa yang sama dapat dihitung. Larutan senyawa dengan kadar tidak diketahui dibuat dalam pelarut yang sama dengan larutan senyawa yang diketahui kadarnya. Kadar larutan pembanding harus dibuat sesuai dengan kadar dimana hukum Lambert-Beer masih dipenuhi. Maka kadar larutan uji dapat dihitung: Cu = Au/(b.a)
  2. Metode ”One Point”: digunakan untuk penentuan kadar secara rutin pada lmax, suhu pelarut, dan instrumen yang sama. Larutan uji dibandingkan terhadap larutan baku yang telah diketahui kadar dan kemurniannya : Cu = (Au/Ab).Cb

1 Response to “Spektrofotometri UV-Vis”


  1. March 28, 2011 at 12:43 pm

    thank,,
    bleh tw daftar pustakaya ga???


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: