06
Jul
10

Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) / Atomic Absorbtion Spektrofotometry (AAS)

Teknik AAS digunakan untuk menetapkan kadar ion logam tertentu dengan cara mengukur intensitas serapan cahaya pada panjang gelombang tertentu oleh uap atom unsur yang berasal dari cuplikan. Atom-atom logam bentuk gas dalam keadaan dasar (tidak tereksitasi) mampu menyerap energi cahaya yang panjang gelombang resonansinya khas, umumnya adalah panjang gelombang radiasi yang akan dipancarkan oleh atom-atom itu bila tereksitasi dari keadaan dasar. Apabila cahaya dengan panjang gelombang resonansi itu dilewatkan pada nyala yang mengandung atom-atom yang bersangkutan, maka sebagian cahaya tersebut akan diserap dan intensitas penyerapan akan berbanding lurus dengan banyaknya atom keadaan dasar yang berada dalam nyala. Cuplikan yang disuntikan ke dalam alat AAS selanjutnya akan diubah menjadi kabut yang mengandung atom-atom logam yang akan ditentukan. Atom-atom ini selanjutnya disemprotkan ke dalam nyala dan dilewati cahaya dengan panjang gelombang tertentu. Intensitas cahaya yang diserap dapat terukur oleh detektor, dan akan berbanding lurus dengan konsentrasi atom logam yang akan diukur.

Penentuan kadar dengan menggunakan AAS dapat dilakukan dengan dua metode (jika tidak dinyatakan lain umumnya digunakan metode 1), yaitu:

Metode I : Metode Kalibrasi Langsung

Dibuat tidak kurang dari tiga larutan baku yang mengandung unsur yang akan ditetapkan kadarnya, dan mencakup jangkauan kadar larutan uji yang akan diukur. Masing-masing larutan baku diukur serapannya dan dibuat kurva kalibrasi antara serapan (absorbsi) terhadap konsentrasi. Untuk memperoleh kadar larutan uji, yaitu nilai serapan larutan uji dimasukkan ke dalam persamaan linier kurva kalibrasi.

Metode II : Metode Penambahan Baku

Dibuat tidak kurang dari tiga larutan uji, kepada masing-masing larutan uji ditambahkan sejumlah tertentu (diketahui jumlahnya) larutan baku dari unsur yang akan ditetapkan.

Satu larutan uji tidak ditambahkan larutan baku (misal : ada 6 buah labu larutan uji, maka hanya 5 labu yang ditambahkan larutan baku) dengan konsentrasi yang membentuk deret pengenceran. Kemudian masing-masing larutan diukur serapannya dan dibuat kurva kalibrasi antara serapan terhadap konsentrasi baku yang ditambahkan. Selanjutnya dari kurva tersebut diekstrapolasikan ke sumbu konsentrasi (sumbu X), dan titik potong dengan sumbu itu menunjukkan konsentrasi larutan uji.


0 Responses to “Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) / Atomic Absorbtion Spektrofotometry (AAS)”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: