12
Jul
10

Spektrofotometri Infra Merah (Infra Red)

Radiasi inframerah menyebabkan terjadinya vibrasi dan/atau rotasi dalam molekul yang dikenai sinar inframerah (deteksi gugus fungsi, yang bervibrasi pada frekuensi spesifik, misal: C=O, NH2, OH dan lain-lain.). Daerah radiasi elektromagnetik inframerah yang lazim digunakan dalam analisis senyawa organik meliputi bilangan gelombang 4000-625cm-1 atau panjang gelombang 2,5-16 m. Daerah radiasi inframerah tengah dibagi dalam daerah frekuensi gugus fungsi (2,5-7,69 µm) dan daerah frekuensi sidik jari (7,69- 15, 38 µm).

Untuk pengukuran spektrum inframerah dibutuhkan senyawa sekitar 1 sampai 20 mg. Senyawa untuk pengukuran disiapkan sebagai berikut :

  1. Cairan sebagai film: beberapa tetes cairan diletakkan di atas lempeng natrium klorida yang diasah dan ditutup dengan lempeng natrium klorida kedua. Dengan menekan akan didapat suatu film tipis diantara kedua lempeng yang kemudian diletakkan dalam cahaya ukur.
  2. Senyawa cair atau senyawa padat sebagai larutan: dibuat larutan senyawa 2 – 20% dan diukur dalam kuvet berdinding terbuat dari natrium klorida untuk cairan. Karena koefisien ekstingsi yang rendah dalam daerah inframerah (e~10) maka larutan harus dibuat jauh lebih pekat dari yang digunakan untuk pengukuran dalam daerah UV.
  3. Senyawa padat sebagi kempaan: pada prosedur yang sering digunakan ini, senyawa padat sejumlah 1-2 mg dengan hati-hati dicampur dengan sejumlah 300-400 mg KBr dan dicetak kempa dalam pencetak khusus dengan tekanan sekitar 104 kp. KBr akan tersinterisasi pada kondisi ini dan akan memberikan tablet jernih yang tembus cahaya. KBr seperti juga NaCl dalam keseluruhan daerah ukur melewatkan cahaya secara sempurna.
  4. Senyawa padat sebagai suspensi: kira-kira 2 mg senyawa digerus halus di dalam cairan tertentu seperti parafin cair. Akan didapat suatu suspensi yang dapat diukur diantara dua lempeng NaCl. Parafin cair ini sangat sesuai, karena tidak mudah menguap dan sebagai hidrat arang alifatik hanya menunjukkan spektrum absorbsi lemah dalam daerah inframerah.

Penggunaan Spektrofotometri IR

Analisis Kualitatif

  • Senyawa murni dapat diidentifikasi dengan menggunakan spektrum absorpsi dibandingkan dengan spektrum senyawa acuan standar.
  • Untuk analisis struktur, identifikasi frekuensi absorpsi senyawa yang tidak diketahui dengan tabel untuk mengidentifikasi gugus fungsi atau substituen.
  • Diperlukan ketebalan sampel (sel cairan) 0,01-0,02 mm.

Analisis Kuantitatif

  • Analisis kuantitatif pada umumnya digunakan untuk senyawa yang tidak dapat ditentukan dengan metode spektroskopi lain, karena lebih sulit dari metode lain.
  • Keuntungan utama adalah spesifitas yang tinggi, karena absorbsi hanya diukur pada satu pita spektrum.
  • Cemaran yang mengabsorbsi di luar daerah ukur yang sempit, tidak akan mengganggu penentuan kadar.
  • Spektroskopi inframerah karena menunjukkan pola pita yang kompleks dan bertumpuk sebagian kurang sesuai untuk pemeriksaan kemurnian.
  • Pelarut yang digunakan sangat terbatas, harus bebas dari air, murni (spectrochemical grade), serta tidak memberikan puncak absorpsi di daerah panjang gelombang analisis dari analit.
  • Diperlukan ketebalan sel cairan 0,1-1 mm.`Dianjurkan untuk menggunakan sel absorpsi cairan yang sama untuk semua pengukuran, karena sulit sekali untuk menemukan dua sel absorpsi cairan IR yang kembar.

Perhitungan Kadar

Pada spektrofotometri IR berlaku hukum Beer, diperlukan pengukuran absorban pada bilangan gelombang (frekuensi) khas yang dipilih dalam spektrum inframerah larutan analit dan larutan standar. Metode garis dasar memerlukan pemilihan pita absorpsi analit yang tidak atau sedikit sekali diganggu oleh pita zat lain dalam matriks. Garis dasar ditentukan dengan menarik garis lurus yang menghubungkan kedua lekukan minimum absorpsi di kiri-kanan pita absorpsi. Harga Po diperoleh dengan menarik garis tegak lurus dari dasar gambar spektrum (T = 0%) melalui puncak pita absorpsi sampai memotong garis dasar yang ditarik tadi, yaitu jarak dari garis 0% sampai perpotongan dengan garis dasar. P diperoleh dengan mengukur jarak dari garis 0% T sampai titik puncak pita absorpsi.


Daerah Spektrum

Panjang Gel.

(μm)

Bilangan Gel.

(cm-1)

Ikatan yg menyebabkan absorpsi

2,7 – 3,3

3,0 – 3,4

3,3 – 3,7

4,2 – 4,9

5,3 – 6,1

5,9 – 6,2

6,8 – 7,7

10,0 – 15,4

3750 – 3000

3300 – 2900

3000 – 2700

2400 – 2100

1900 – 1650

1675 – 1500

1475 – 1300

1000 – 650

Regang O-H, N-H-C º C-H, >C=C<H, Ar-H, (regang C-H)

CH3-, -CH2-, C-H, O=C-H, (regang C-H)

Regang CºC, CºN

Regang C=O (asam, aldehida, keton, amida, ester, anhidrida)

Regang >C=C< (alifatik dan aromatik), >C=N-

Lentur C-H

Lentur >C=C<H, Ar-H, (luar bidang)


2 Responses to “Spektrofotometri Infra Merah (Infra Red)”


  1. 1 diditha
    February 28, 2011 at 12:43 pm

    copy bwt kul ya,,, tq


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: